Kirab Prasasti dan Kolaborasi Seniman Dunia Pukau Panggung Festival Muria Raya #6 di Menawan

Penampilan Festival Muria Raya #6 yang tahun ini mengusung tema "Tepuk Gelang" di Bumi Perkemahan Abiyoso, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (Foto: Istimewa)

Brian menjelaskan, perjalanan festival tahun ini mengelilingi kawasan Gunung Muria dengan rute Pradaksina atau berlawanan arah jarum jam. Perjalanan tersebut dimaknai sebagai ikhtiar spiritual sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat di wilayah Muria Raya.

“Ini menjadi perjalanan spiritual kami sekaligus mengikat persaudaraan teman-teman se-Muria Raya agar tidak terputus,” katanya.

Pembukaan festival diawali dengan prosesi ruwatan sendang, kirab prasasti, hingga Sabda Paseduluran, yakni penyatuan air yang dibawa peserta dari berbagai daerah sebagai simbol ikrar persaudaraan.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan selanjutnya akan berlangsung hingga akhir Agustus dengan pertunjukan seni, diskusi budaya, dan aktivitas komunitas.

Festival Muria Raya #6 juga menghadirkan kolaborasi internasional melalui penampilan grup gamelan Compagnie Kotekan dari Prancis bersama GAM16 Yogyakarta, serta tari ritual suci Kijin Kagura yang dibawakan seniman Jepang, Yuuta Kuroki.

Kehadiran seniman mancanegara menjadi bukti bahwa kebudayaan Muria mampu menjembatani pertemuan lintas negara.

Presiden Compagnie Kotekan asal Prancis, Sarah Andrieu, mengaku terkesan dapat menjadi bagian dari Festival Muria Raya untuk pertama kalinya.

“Kami sangat tersanjung bisa berpartisipasi dalam festival ini. Gamelan membuka ruang bagi siapa saja untuk berkarya bersama,” ujarnya.

Ia berharap semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda melalui seni, budaya, dan kehidupan bermasyarakat. ***