“Yang pertama sesi pertama tema Belanda. Yang kedua sebenarnya Korean Style, tapi bajunya aku modifikasi dipadukan dengan kebaya. Kalau hiburannya dangdutan karena warga Kudus sukanya ambyaran,” jelasnya.
Fashion show menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara tersebut. Seluruh koleksi busana yang ditampilkan merupakan rancangan dari Fashion Arrafi dan dipadukan dengan pertunjukan drama teatrikal.
Menurut Bunda Hanim, aktor Arya Saloka dan Ikbal Fauzi menjadi salah satu figur yang paling banyak menarik perhatian pengunjung saat tampil di atas panggung.
Sebagai Ketua Komunitas Fashion Kudus (KFK), Bunda Hanim menilai perkembangan industri fashion di Kudus semakin pesat dengan hadirnya banyak brand lokal yang mampu bersaing melalui kreativitas.
“Tren fashion di Kudus sekarang alhamdulillah banyak sekali brand baru yang berkembang dan bisa bersaing sehat,” katanya.
Disinggung mengenai rencana program KFK ke depan, Bunda Hanim mengaku telah menyiapkan kejutan yang akan diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kudus.
“Planning nanti pas Hari Jadi Kudus. Tunggu saja gebrakannya, belum bisa saya kasih tahu sekarang,” pungkasnya.***
