KUDUS, ZONANEWS.ID – Tim Muhibah Akademik IAIN Kudus melakukan kunjungan ke empat lembaga di Maroko dalam rangka mengenalkan kampus setempat di kancah internasional, pada Kamis, 9 November 2023.
Kunjungan ke empat lembaga di Maroko tersebut ditujukan guna mengenalkan dan menyosialisasikan lebih jauh dan luas tentang IAIN Kudus di tingkat internasional. Baik lembaga pemerintah dan non pemerintah.
Kunjungan ini diketuai oleh Rektor, Prof. Abdurrohman Kasdi, bersama Ketua Senat, Sekretaris Senat, Dekan Fakultas Ushuluddin, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Kepala Pusat Hubungan Kerja Sama Internasional.
Adapun empat lembaga dimaksud adalah, pertama, ISESCO. Lembaga ini merupakan sebuah organisasi yang menggabungkan lebih dari 50-an negara Islam atau mayoritas berpenduduk muslim.
“Dan bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya yang memiliki kantor pusat di ibu kota Maroko, Rabat,” kata Rektor IAIN Kudus.
Di ISESCO, Tim IAIN Kudus diterima oleh Mr. Omar Hamid, Head of Division, Strategic Partnerships, Sector of Partnerships and International Cooperation dan para staf.
Kedua, Ar-Rabithah Al-Mohammedia lil Ulama, sebuah organisasi yang mengumpulkan para cendekiawan muslim Maroko yang memfokuskan kajiannya pada tema dan isu kontemporer tentang ke-Islaman dan kemasyarakatan.
“Pada pertemuan dengan pihak Arrabithah ini Tim IAIN Kudus disambut oleh Mr. Mohammed Montar, Ketua Pusat Kajian Alquran,” tuturnya.
Ketiga, pertemuan dengan Direktur Perpustakaan Nasional Maroko (al-Maktabah al-Wathaniyah al-Maghribiyyah) Mr. Mohammed Farrane.
Keempat, silaturrahim dan sharing pengetahuan dengan al-Majlis al-Ilmi al-A’la, organisasi tempat berkumpulnya para ulama di Maroko.
Organisasi ini memiliki tugas di antaranya membimbing dan mengarahkan umat muslim Maroko tetap dalam koridor pemahaman ke-Islaman yang menjunjung nilai-nilai wasathiyah (moderasi), tasamuh (toleransi), dan saling menghormati.
“Pada kesempatan silaturrahim ini, Tim IAIN Kudus diterima langsung oleh Ketua Umum al-Majlis al-Ilmi al-A’la, Syaikh Mohammed Ysef dan puluhan ulama Maroko,” tukasnya. ***
