Kasus Tinggi, 30 Desa Masuk Lokus Prioritas Program Penurunan Stunting Terintegrasi di Kudus Tahun 2025

Rembuk Stunting di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu, 30 Juli 2024. (MIA)

“Tahun ini (2024) ada 33 desa yang menjadi lokus prioritas percepatan penurunan stunting terintegrasi. Tahun depan (2025) ada 30 desa, itu berdasarkan SK Bupati Kudus nomor 400.7/1520/2024,” ujar Sekretaris Desa (Sekda) Kudus, Revlisianto Subekti dalam acara Rembuk Stunting di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa, 30 Juli 2024.

Revli menambahkan bahwa penentuan desa atau kelurahan program tersebut, ditetapkan berdasarkan jumlah keluarga berisiko, jumlah kasus dan prevalensi stunting tertinggi serta cakupan layanan intervensi rendah.

“Untuk tahun ini (2024), lokus terbanyak ada di Kecamatan Dawe. Prevalensi stunting di Desa Glagah Kulon (Kecamata Dawe) bahkan tercatat 7,50 persen dari kasus stunting yang terjadi di Kudus hingga Juni 2024 sebanyak 2.367 balita,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Adapun upaya yang dilakukan, sambung Revli, di antaranya dengan pengelolaan pelayanan gizi masyarakat, penguatan kegiatan penyuluhan, pengelolaan lingkungan yang sehat, pembinaan pelayanan KB, serta pengelolaan pelayanan kesehatan bayi baru lahir. ***