“Sebulan sekali atau dua kali, Djarum ke sini, ambil sampah yang sudah dipilah oleh anak-anak,” tuturnya.
Sedangkan limbah yang telah dipilah, nantinya akan disulap menjadi barang bernilai jual. Seperti, limbah plastik yang diubah menjadi kerajinan tas, tempat alat tulis, dan hiasan dinding. Lalu, untuk limbah organik akan diubah menjadi pupuk dan eco-enzym.
“Kita juga sudah punya dua mesin cacah yang bisa dimanfaatkan oleh siswa,” tambahnya.
Menurutnya, dengan adanya aktivasi bank sampah ini, karakter siswa yang sadar bahwa sampah harus bersih dari lingkungan, semakin meningkat. Tanpa disuruh oleh guru, mayoritas siswa bahkan sudah mandiri untuk membersihkan lingkungan dari sampah.
“Yang bisa kita bekali kepada anak memang itu, harapannya bisa memunculkan karakter yang inovatif pula agar sampah di lingkungan sekitarnya bisa diubah menjadi barang bernilai jual,” tukasnya.
Diketahui, belum lama ini, SMP 1 Mejobo Kudus telah mendapatkan sertifikat Adiwiyata tingkat Nasional pada akhir 2022 silam. Selain itu, sekolah setempat juga telah meraih penghargaan Adipura Kencana, bahkan menjadi titik pantau atau indikator keberhasilan di Kabupaten Kudus. ***
