Anggun menyampaikan, kampanye Sekolah Sehat selama ini sudah digaungkan. Seperti, mengajak anak untuk membawa bekal bergizi dari rumah untuk sarapan di sekolah. Intinya, untuk menjaga kesehatan diri siswa.
Lalu, ditunjang lagi dengan pelaksanaan imunisasi bagi siswa SD, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus. Serta, pemberian tablet tambah darah bagi siswa-siswi di jenjang SMA.
“Ini sudah jalan 2 tahun. Nanti arahnya merembet juga ke kantin sekolah dan sebagainya, tapi kalau masalah makanan nanti kerjasamanya dengan Badan POM,” tambahnya.
Saat ini ada beberapa sekolah dampingan BBPMP di Kabupaten Kudus untuk menjadi pilot project Sekolah Sehat ini. Nantinya, sekolah itu akan mendapatkan pemantauan intentif dan akan ditularkan ke sekolah lainnya.
“ada sekitar 2 sekolah yang jadi dampingan BBPMP kalau tidak salah, semuanya SD,” tambahnya. ***
