Menurutnya, pelaksanaan proyek berjalan sesuai harapan. Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai sekitar 9 persen, lebih cepat dibandingkan target awal dengan deviasi positif sekitar 5 persen.
Pada pembangunan kali ini, jembatan menggunakan struktur box culvert dari beton bertulang yang dinilai lebih kuat dan memiliki usia layanan lebih panjang.
Sebagai penunjang konstruksi, PUPR juga membangun talud sepanjang 25,5 meter di kedua sisi jembatan serta melakukan pekerjaan overlay aspal pada ruas jalan yang terhubung langsung dengan jembatan.
Tidak hanya memperbarui konstruksi, dimensi jembatan juga diperbesar agar mampu menampung lalu lintas kendaraan dengan lebih baik. Jika sebelumnya memiliki ukuran sekitar 3 meter x 2 meter, kini bentangnya menjadi 2,5 meter x 6 meter sehingga kendaraan roda empat dapat melintas lebih leluasa.
“Lebarnya kami tambah supaya kendaraan roda empat bisa melintas dengan lebih nyaman dan aman,” katanya.
Pembangunan jembatan dijadwalkan selesai dalam waktu 120 hari dengan target penyelesaian pada 26 Oktober 2026. Namun, apabila kondisi cuaca dan pekerjaan di lapangan berjalan lancar, penyelesaian proyek u Karangmalang-Peganjaran, Pemerintah Kabupaten Kudus pada tahun ini juga mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur jembatan lainnya.
Tiga di antaranya merupakan pembangunan ulang Jembatan Jojo-Kesambi, Peganjaran-Karangmalang, serta Rahtawu-Semliro. Sementara itu, rehabilitasi dilakukan pada Jembatan Lambangan, Medini, dan Jembatan Dukuh Gringging di Desa Samirejo.
Secara keseluruhan, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11,7 miliar pada 2026 untuk mendukung pembangunan dan rehabilitasi enam jembatan tersebut.***
