Suasana semakin meriah ketika seorang pengunjung asal Bandung tiba-tiba naik ke panggung untuk melamar kekasihnya. Momen romantis ini disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan dari ribuan penonton yang hadir.
Tindakan spontan ini menambah kesan mendalam pada malam itu, menjadikan Jazz Atas Awan sebagai tempat di mana kenangan indah tercipta.
Sebagai penampil terakhir, Pradikta Wicaksono menutup sesi kedua dengan penampilan yang memukau. Ia juga diberi kehormatan untuk memulai prosesi penerbangan lampion, yang selalu menjadi momen paling ditunggu-tunggu dalam setiap gelaran Jazz Atas Awan.
Sekitar 6.000 pengunjung serentak menerbangkan lampion mereka, menciptakan pemandangan yang magis di langit malam Dieng.
Dengan diiringi lagu “Tanah Airku,” prosesi penerbangan lampion berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Ribuan lampion beraneka warna menghiasi langit Dieng, membuat suasana malam itu semakin syahdu.
Keindahan ini tidak hanya dinikmati oleh para pengunjung yang hadir, tetapi juga menjadi momen yang tak terlupakan bagi mereka yang menyaksikannya secara langsung.

Lampion-lampion yang diterbangkan dirancang khusus agar tidak terbang jauh dan jatuh di sekitar venue. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pembersihan, sehingga lingkungan sekitar Dieng tetap terjaga kebersihannya. Pihak panitia sangat memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dalam setiap acara yang diselenggarakan, sebagai wujud kepedulian terhadap alam Dieng.
Akomodasi bagi para pengunjung juga menjadi perhatian utama. Tersedia sekitar 800 homestay di Desa Dieng Kulon, namun seluruhnya sudah habis dipesan jauh-jauh hari sebelum acara. Antusiasme ini menunjukkan betapa besarnya daya tarik DCF bagi wisatawan. Untuk mengakomodasi lebih banyak pengunjung, panitia bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara turut melibatkan homestay di desa-desa sekitar, termasuk Desa Dieng Wetan di Kabupaten Wonosobo.
Dieng Culture Festival XIV 2024 tidak hanya berhasil mengangkat kembali tradisi budaya masyarakat Dieng, tetapi juga memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Jazz Atas Awan sebagai puncak acara menutup festival dengan gemilang, meninggalkan kesan mendalam di hati setiap orang yang hadir. Bagi mereka yang berpartisipasi, DCF 2024 bukan hanya tentang menikmati budaya dan musik, tetapi juga tentang menciptakan kenangan yang akan bertahan seumur hidup. (***)
