“Insyaallah,” ucapnya dengan senyuman lebar.
Terkhusus jembatan Setrowaru, setidaknya para investor dari CV Trisula Japun mengeluarkan dana sebesar Rp 500 juta. Bukan hanya untuk jembatan, namun juga pengurukan tanah di sekitar jembatan untuk mempermudah akses kendaraan.
Namun, pihaknya juga telah memperkirakan dalam sehari ada 700 hingga 800 kendaraan yang lewat. Sehingga pemasukan setiap harinya ada sekitar Rp 1 juta lebih.
“Jadi nanti untuk pembagiannya (uang masuk), pengelola 50 persen dan investor 50 persen,” ucapnya.
Kendati demikian, sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) antara investor dan pihak desa, kontrak jembatan selama 15 tahun. Demi memastikan kondisi jembatan, pihaknya juga akan menurunkan petugas untuk mengecek keadaan jembatan setiap bulannya.
“Jadi kalau ada yang rusak bisa langsung diganti. Kita jaga selalu mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Pihaknya juga sudah melakukan uji ulang beberapa kali bahkan ketika debit air sungai naik, dipastikan jembatan aman dilalui.***
