Incip Durian Srikandi, Si Primadona yang Hanya Ada Satu Pohon di Menawan Kudus

Ngatmono (53) menunjukkan buah durian srikandi khas Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MIA)
Durian srikandi khas Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. (MIA)

Durian yang satu ini bila dilihat dari bentuk luarnya memang tidak berbeda dengan durian lokal lainnya di Desa Menawan. Yang membedakannya bila belum dibelah yakni hanya aroma khas yang wangi dan semerbak.

Setelah dibelah, akan nampak warna daging duriannya yang kuning keemasan. Bila dimakan, akan terasa sangat lembut dan tebal dengan biji pongge yang kecil. Sementara rasanya sangat manis dan sedikit pahit.

“Saya sendiri yang menjuluki Srikandi, karena duriannya itu cantik dan rasanya mantap. Ini hanya ada satu pohon di sini,” kata Ngatmono atau yang akrab disapa Mbah Mono saat ditemui di rumahnya, Senin, 25 November 2023.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pengamatan Zonanews.id, buah durian srikandi terbilang cukup mungil. Ukurannya tidak lebih dari sejengkal tangan orang dewasa. Kata Mbah Mono, rata-rata buahnya juga berukuran segitu.

“Ini asli Menawan. Satu pohon ini paling bisa berbuah seratusan saja semusim,” ucapnya.

Satu buahnya, lanjut Mbah Mono, dibanderol dengan harga Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, bergantung dari ukuran buah. Sedangkan untuk ukuran sejengkal tangan tersebut, dibanderol seharga Rp 50 ribu.

Kata Mbah Mono, setiap panen buah durian Srikandi dipastikan akan langsung ludes dalam sekejap. Dalam satu musim, satu pohon durian srikandi itu hanya bisa berbuah sekira seratusan saja.

“Ini yang paling dicari, paling unggul rasanya. Ini sekali dijual langsung habis,” tukasnya. ***