Hingga September 2023, DKK Catat Ada 8 Kasus Kematian Ibu Hamil di Kudus

Ilustrasi. Ibu hamil. (pixabay)

Disamping itu, lanjut Muslimah, juga bisa terjadi karena masalah asupan gizi kurang yang dialami oleh sang ibu. Bisa karena anemi atau kekurangan sel darah merah atau ibu yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Lalu, bisa terjadi pula karena masalah kelelahan. Terlebih, di Kabupaten Kudus mayoritas perempuan bekerja di pabrik. Yang mana, mereka sudah mulai berangkat bekerja sejak subuh hingga menjelang sore.

Ada pula, tambah Muslimah, dikarenakan jarak kehamilan yang terlalu dekat. Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan janinnya. Terlebih, bila usia sang ibu sudah tua.

Bacaan Lainnya

“Jarak terlalu dekat, terlalu banyak (anak), dan terlalu tua, itu juga resiko,” tambahnya.

Hingga saat ini, lanjut Muslimah, langkah antisipasi telah banyak dilakukan. Salah satunya dengan melakukan skrining layak hamil serta memastikan bahwa ketika hamil tidak disertai dengan penyakit penyerta.

“Kalau punya penyakit diobati sampai sehat dulu, memang harus direncakan untuk itu, agar tidak beresiko,” tukasnya. ***