“Kami juga menangani kasus anak berhadapan hukum ada satu kasus yang melibatkan anak laki-laki,” sebutnya.
Kasus yang masuk dalam laporan Dinsos P3AP2KB Kudus ini pun belum termasuk data kekerasan yang langsung ditangani oleh Polres Kudus. Ia mengakui bahwa di Kudus masih banyak kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak.
“Di Kudus banyak kasus anak yang berhadapan dengan hukum atau menjadi korban terkait kasus kekerasan,” tambahnya.
Dia pun berharap, masyarakat bisa terbuka untuk melapor ke Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus jika mengalami atau menemukan kasus kekerasan pada anak maupun perempuan.
Pihaknya menegaskan telah bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk menangani kasus kekerasan pada perempuan dan anak tersebut. Baik mengawal penyelesaian kasus tersebut maupun melindungi dan mendampingi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.
“Apakah itu pemulihan kesehatan fisik dan psikologis atau penegakan hukum. Jadi kita punya jejaring untuk pemulihan itu dengan rumah sakit dan unit empat polres kudus,” pungkasnya. ***
