Sampai dengan hari ini, pihaknya bersama dengan anggota TP PKK Kudus terus mensosialisasikan pencegahan stunting dimanapun.
“Mari kita rawat anak-anak supaya tumbuh menjadi generasi bangsa berkualitas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Widwiono menyampaikan, adanya moment ini dapat terus meningkatkan masyarakat yang ingin KB.
“Mudah-mudahan akseptornya terus bertambah, dan semua masyarakat yang ingin KB bisa terlayani,” katanya.
Widwiono juga menjelaskan, jika KB merupakan upaya memberikan jeda bagi ibu setelah melahirkan anak pertamanya. Jadi resiko kehamilan dalam jarak terlalu dekat bisa dihindari.
Masih di tempat yang sama, Fatimatul peserta KB mengaku senang bisa mengikuti pelayanan KB secara gratis ini.
Alasan mengikuti program KB ini, supaya lebih fokus merawat anaknya dan juga bisa memberi perhatian lebih.
“Pokoknya senang bisa ikut KB ini, supaya bisa fokus membesarkan anak dulu,” ungkapnya.
Diketahui, kegiatan ini sudah dimulai sejak awal bulan Juni di beberapa fasilitas kesehatan di Kudus. Sementara untuk hari ini di Klinik Budi Luhur terdapat 50 akseptor yang siap mengikuti program KB.***
