Harga Minyak Dunia Turun, Kok Harga BBM Indonesia Naik? Ini Hitungan dari Sri Mulyani!

ilustrasi Petugas di SPBU tengah mengisi BBM pada salah satu kendaraan bermotor. (HUMAS PT PERTAMINA)

ZONANEWS.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan harga BBM terutama yang dikelola dan dijual oleh PT Pertamina (Persero), merupakan hasil dari perhitungan ekonomi pemerintah.

Sri mengatakan, jika subsidi BBM tidak dihentikan, anggaran untuk kompensasi harga minyak bisa tembus lebih dari Rp502,4 triliun. Jika subsidi tak dicabut, anggaran subsidi untuk kompensasi harga BBM akan semakin membebani pemerintah.

Dalam hitungannya, Sri menjelaskan, kompensasi energi yang kini dibebankan kepada pemerintah sudah naik ke level Rp502,4 triliun, dari awalnya hanya Rp152,5 triliun. Angka itu merupakan subsidi untuk BBM dan LPG dari semula Rp77,5 triliun menjadi Rp149,4 triliun, dan listrik semula Rp56,5 triliun menjadi Rp59,6 triliun.

Bacaan Lainnya

“Kompensasi BBM dari Rp18,5 triliun menjadi Rp252,5 triliun serta kompensasi listrik naik dari Rp0 jadi Rp41 triliun sehingga total subsidi dan kompensasi untuk BBM, LPG, listrik itu menapai Rp502,4 triliun,” kata Sri Mulyani dalam siaran persnya bersama Presiden Jokowi dan menteri lain, melalui Channel YouTube Sekretariat Preseiden, Sabtu 3 September 2022.

Lebih lanjut Sri Mulyani menjabarkan, angka Rp502,4 triliun dihitung berdasarkan rata-rata harga Indonesian Crude Price (ICP) yang bisa mencapai USD 105 per barel dengan kurs Rp14.700 perdolar AS. Selanjutnya, volume BBM bersubsidi Pertalite diperkirakan akan mencapai angka konsumsi 29 juta kiloliter, dan konsumsi solar subsidi mencapai 17,44 juta kiloliter.