Hadirkan Pegiat Sampah dari Pemalang, Desa Gamong Berupaya Atasi Dampak Penutupan TPA

Pegiat lingkungan sekaligus Sekretaris DPW Amphibi Jawa Tengah, melakukan kunjungan ke Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. (Foto: Yuliadi)

KUDUS, ZONANEWS.ID — Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Kudus oleh warga setempat yang kecewa dengan pengelolaan sampah, mengakibatkan dampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kondisi ini semakin memperburuk masalah pengelolaan sampah yang sudah lama menjadi persoalan serius di daerah tersebut.
Keberadaan TPA yang tidak optimal membuat pemerintah dan masyarakat menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah, yang jika dibiarkan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Pada Sabtu (27/1/2025), Edy Raharja, yang akrab disapa Edy Kenzo, selaku pegiat lingkungan Kabupaten Pemalang, melakukan kunjungan ke Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Bacaan Lainnya

Kunjungan ini diinisiasi oleh anggota DPRD Pranoto dan Sapuan anggota Komisi C DPRD Kudus yang juga merupakan wakil dari dapil setempat. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan sampah di desa tersebut, yang menjadi contoh konkret dari persoalan sampah yang melanda banyak daerah di Kudus.

Edy Kenzo menyampaikan bahwa hampir 306 daerah di Jawa Tengah mengalami masalah serupa terkait pengelolaan sampah, yang mencakup isu open dumping atau pembuangan sampah sembarangan. Hal ini memperburuk kondisi lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah yang harus dilakukan secara sistematis.

“Sampah yang berserakan ini tidak hanya menjadi ancaman bagi lingkungan, tetapi juga dapat berpengaruh pada kesehatan masyarakat. Tanpa adanya sistem yang jelas, persoalan sampah tidak akan pernah bisa diselesaikan,” jelas Edy.

Edy menekankan pentingnya penerapan sistem pemilahan sampah yang harus dimulai dari rumah tangga, dengan memilah sampah organik dan anorganik.

Sampah organik, lanjutnya, bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk kompos dan magot, yang kini menjadi komoditas yang cukup bernilai karena manfaatnya sebagai sumber protein yang berguna dalam industri pakan ternak.

Sementara itu, sampah anorganik, seperti plastik, dapat diolah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel), yang kini telah digunakan sebagai bahan bakar alternatif oleh beberapa pabrik semen.

Menurutnya, masalah sampah di Desa Gamong masih terbilang cukup parah karena masih mengandalkan sistem open dumping.
“Sayangnya, di sini masih menerapkan open dumping yang sudah tidak diperbolehkan lagi. Pemilahan sampah harus dilakukan sejak dari rumah tangga, dan ada proses lanjutan di TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) yang harus dioptimalkan,” tambahnya.