Gubernur Ganjar Usul Penanganan PMK Berbasis Zona

Ilustrasi. Ganjar usulkan penanganan PMK melalui zona. (Istimewa)

Selain itu di Jawa Tengah juga telah ada program Jogo Ternak dan Bolo Ternak yang harus dimaksimalkan betul untuk mengecek agar tidak hanya menjadi jargon semata.

Ganjar juga memberikan arahan kepada dinas terkait mengenai langkah penanganan di Jawa Tengah. Salah satunya tentang percepatan vaksinasi hewan.

“Beberapa item tadi kita sampaikan kepada kawan-kawan dinas setelah rapat dengan Menko Marves agar dilakukan percepatan karena faktanya memang kebutuhan vaksin kita masih jauh dari yang ada,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Sejauh ini jumlah vaksin yang sudah diperoleh Jawa Tengah baru 75.500 dosis. Padahal jumlah hewan ternak, baik sapi maupun kerbau, yang ada di Jawa Tengah sekitar 2,1 juta ekor.

Menurutnya Jawa Tengah membutuhkan sekitar 6 juta vaksin agar seluruhnya bisa divaksinasi.

“Kita butuh kira-kira 6 jutaan vaksin karena akan ada tiga kali. Minimal kalau enam bulan ke depan ini bisa disuntik vaksin pertama itu bisa cepat,” kata Ganjar.

Dalam rapat bersama Menko Marves, Ganjar juga menyampaikan temuan di lapangan terkait pergerakan hewan maupun pedagang hewan. Ia mengatakan bahwa karantina hewan ternak sudah dikarantina di kandang dan tidak pergi ke mana-mana.

Tetapi pada saat itu justru pedagang bergerak dari kandang ke kandang. Hal itu menjadi salah satu yang harus diwaspadai karena bisa jadi para pedagang itu bisa membawa virus.

“Ketika orang yang jual-beli ternaknya keliling hati-hati karena itu juga bisa membawa virus. Jadi maunya hanya melihat-lihat terus kemudian ternyata ia membawa dari satu kandang ke kandang yang lain. Itu juga perhatian musti dilakukan,” ujar Ganjar.

Ganjar juga sedang menghitung kebutuhan PCR, lab, dan peralatan, serta obat-obatan yang dibutuhkan. Ia meminta agar ada hitungan total terkait semua kebutuhan itu.

Menurutnya saat ini setiap kabupaten/kota dan provinsi sedang menyiapkan anggaran untuk penanganan PMK.***