Menurutnya, perjalanan panjang UIN Sunan Kudus merupakan hasil dari kontribusi dan kerja bersama seluruh unsur sivitas akademika.
Transformasi dari IAIN menjadi UIN menjadi bagian dari perjalanan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan kualitas institusi.
Prof. Dur menyampaikan bahwa transformasi IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus pada Mei 2025 merupakan babak baru bagi perkembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di kawasan Pantura Timur.
“Transformasi IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus bukan sekadar perubahan status kelembagaan. Ini adalah babak baru PTKIN Pantura Timur. Kita memasuki fase baru untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang memiliki mandat keilmuan lebih luas dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai babak baru PTKIN Pantura Timur, UIN Sunan Kudus memiliki tanggung jawab untuk menjadi pusat keunggulan akademik dan intelektual yang tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi mampu menjangkau kawasan yang lebih luas.
“UIN Sunan Kudus harus menjadi cahaya ilmu bagi Pantura Timur. Dari Kudus, kita ingin membangun pusat keunggulan akademik, melahirkan generasi intelektual yang berkarakter, memperkuat riset dan inovasi, serta menghadirkan lulusan yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya. ***
