“Tadi pemateri memberi pengetahuan kepada teman-teman driver ambulans apabila menemukan korban di jalan dan bagaimana orang awam menyelamatkan atau memberikan pertolongan pertama sampai penolong datang,” ujar dr. Guntur.
Driver sengaja dipilih sebagai peserta pelatihan, lanjut dr. Guntur, dengan alasan karena mereka yang sering bersinggungan langsung dengan para korban. Sehingga, perlu dibekali keterampilan dasar dalam pertolongan pertama.
Dengan membekali keterampilan BHD, para driver juga tidak akan ragu maupun takut untuk memberikan pertolongan kepada korban yang dalam kondisi gawat darurat. Sebelum akhirnya mereka akan membawa korban hingga ke rumah sakit.
“Mereka yang membawa pasien sampai ke kita. Mereka itu yang mengorbankan waktu untuk menolong pasien sampai rumah sakit, maka perlu dibekali keterampilan BHD agar tidak lagu menolong korban saat di jalan,” tuturnya.
Adapun driver ambulans yang digandeng dalam kegiatan kali ini, merupakan driver dari LazisNU, LazisMU, ambulan desa, klinik hingga rumah sakit. Sementara untuk wartawan yang diundang berasal dari media cetak, online, maupun televisi. ***
