KUDUS, ZONANEWS.ID – Sejak 2018, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus secara konsisten memperkuat pengelolaan sampah organik sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang.
Kali ini, BLDF berkolaborasi dengan Pemkab Kudus dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus menggelar “Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga” di Pendopo Kabupaten Kudus.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 150 kader PKK dari sembilan kecamatan di Kudus ini difokuskan pada upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Inisiatif ini juga menjadi bentuk dukungan BLDF terhadap Program Pokok PKK ke-9 tentang Kelestarian Lingkungan Hidup. Sekaligus, memperkuat peran ibu sebagai penggerak utama program pengelolaan sampah rumah tangga.
Sebagai salah satu kabupaten dengan aktivitas industri dan kepadatan penduduk yang tinggi di Jawa Tengah, Kabupaten Kudus menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah.
Berdasarkan data sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), pada 2024 timbulan sampah di Kabupaten Kudus tercatat lebih dari 150 ribu ton per tahun atau sekitiar 437 ton per hari.
Angka tersebut menyumbang sekitar 4,5 persen terhadap total timbulan sampah nasional, sehingga menegaskan urgensi penanganan sampah yang lebih sistematis, adaptif, dan berkelanjutan.
Kondisi ini sekaligus membuka ruang bagi penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta pengembangan inovasi pengelolaan sampah yang lebih efektif di Kabupaten Kudus.
“Pengelolaan sampah tidak hanya persoalan teknis, tetapi juga erat kaitannya dengan perubahan perilaku. Oleh karena itu, rumah tangga menjadi titik awal yang sangat krusial,” ujar Mutiara Diah Asmara, Director – Communication Djarum Foundation.
Bertepatan dengan momentum Hari Ibu, lanjut Mutiara, sosialisasi ini menjadi ruang komunikasi bagi BLDF untuk memperkuat kapasitas ibu dan keluarganya agar mampu mengelola sampah secara lebih terencana dan berkelanjutan.
“Sehingga dampaknya dapat dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar,” tandasnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus periode 2025–2030, Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa perempuan memegang peran strategis dalam pengelolaan lingkungan di lingkup keluarga.
