Ia menjelaskan, para bidan yang sudah diberi edukasi ini nantinya bisa menyosialisasikan tentang kaki bengkok dan bibir sumbing yang perlu dilakukan penanganan sejak dini. Sehingga tidak akan terjadi keterlambatan penganan.
”Karena kami juga ingin seperti anak-anak penderita kaki bengkok itu bisa beraktifitas dengan normal nantinya, ketika sedini mungkin mendapatkan penanganan. Bidan nanti bisa membantu mengarahkan agar penanganannya tidak terlambat,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Aisyiyah Kudus memberikan pelayanan gratis bagi penderita Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) atau kaki bengkok. Program ini merupakan jasil kerjasama dengan Mentari Clubfoot dan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah. ***
