Festival Kaligelis 2025: Kembali ke Akar Sejarah Kretek di Desa Langgar Dalem

Festival Kaligelis 2025 bertajuk “Kretek Pulang ke Rumah,” yang digelar di bantaran Sungai Kaligelis, Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat, 27 Juni 2025. (Foto : ZONANEWS.ID)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Kilas balik sejarah kretek terasa dalam Festival Kaligelis 2025 bertajuk “Kretek Pulang ke Rumah,” yang digelar di bantaran Sungai Kaligelis, Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat, 27 Juni 2025.

Festival ini tidak hanya sekadar pesta rakyat, tetapi juga menjadi pengingat kolektif bahwa kretek, yang kini mendunia, berawal dari sebuah desa kecil bernama Langgar Dalem.

Festival ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari bursa tembakau, festival musik, pertunjukan seni budaya, donor darah, hingga sarasehan sejarah kretek. Serta puluhan stan produk UMKM unggulan warga lokal.

Bacaan Lainnya

Lokasi festival ini dipilih secara simbolis, yang menunjukkan titik nol sejarah kretek, yakni tanah kelahiran Mbah Haji Jamhari, penemu awal rokok kretek.

Kepala Desa Langgar Dalem, Muhammad Khairul Amin, menyampaikan bahwa festival ini, merupakan hasil kolaborasi dengan Republik Tembakau Akar Roemput (RTAR) yang konsisten menggali akar sejarah industri kretek di Kudus.

“Kami ingin pemuda mengenal sejarah desanya sendiri. Kretek bukan sekadar industri, tapi identitas. Dari Mbah Jamhari sampai Nitisemito, semua bermula dari sini,” ujarnya.

15 pelaku UMKM turut meramaikan festival dengan menjual produk kuliner, kerajinan tangan, dan olahan berbasis tembakau. Harapannya, warga tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga terlibat dalam proses ekonomi kreatif berbasis budaya.

Selain hiburan, festival ini juga menjadi ruang edukatif bagi pengunjung. Sarasehan sejarah kretek digelar, menampilkan artefak peninggalan Mbah Jamhari seperti rumah tua, jam antik, dan alat produksi rokok zaman dahulu.

“Tema Kretek Pulang ke Rumah bukan sekadar simbolik. Karena memang rumah kretek ya di sini,” tambah Khairul Amin.

Camat Kota Kudus, Andrias Wahyu Setiawan, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pelaksanaan festival yang dinilainya sarat nilai historis.

Andrias berharap, festival ini bukan hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga ruang tukar gagasan antarpelaku industri rokok dan pelaku UMKM.

“Dengan keterlibatan pelaku industri dan pameran yang ada, kami harapkan ini menjadi wadah berbagi pengalaman, baik dari sisi inovasi, kreativitas, maupun strategi pemasaran,” ujarnya. ***