Enam Proyek Revitalisasi Pasar Rakyat di Kudus Rampung, Aktivitas Ekonomi Bisa Lebih Nyaman

Pembangunan akses masuk Pasar Baru di sebelah utara dan selatan sudah rampung. Kini Pasar Baru memiliki tiga pintu akses masuk dan keluar bagi masyarakat. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Enam proyek revitalisasi pasar rakyat di Kabupaten Kudus sudah rampung. Pedagang dan pembeli kini bisa menjalankan kembali aktivitas perekonomian secara nyaman dengan fasilitas pasar yang lebih menunjang.

Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono menyampaikan bahwa proyek revitalisasi pada tahun 2025 menyasar Pasar Babe, Pasar Baru, Pasar Mijen, Pasar Piji, Pasar Hewan dan Pasar Brayung.

Pihaknya menjabarkan, revitalisasi yang dilakukan di Pasar Mijen yakni perbaikan atap depan dengan nilai anggaran Rp 175 juta, sedangkan di Pasar Hewan yakni perbaikan saluran air dengan anggaran Rp 175 juta.

Bacaan Lainnya

Anggaran yang digelontorkan untuk Pasar Piji juga senilai Rp 175 juta untuk pengerjaan paving, landasan, serta kontainer sampah. Sementara revitalisasi di Pasar Brayung dianggarkan sekitar Rp 300 juta untuk pembangunan akses masuk.

“Pasar Baru dilakukan pembangunan pintu masuk di sisi utara dan sisi selatan sekitar Rp 175 juta. Pasar Babe dilakukan pembangunan pasar termin kedua, dengan anggaran sekitar Rp 1,1 miliar untuk pembuatan atap dan lantai dasar,” tambahnya.

Agus berharap, dengan adanya revitalisasi ini, maka aktivitas perekonomian di pasar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bisa nyaman dan menguntungkan bagi pedagang. Pengunjung juga akan merasa nyaman jika kondisi pasar bagus.

“Revitalisasi ini kami lakukan tidak lain untuk membuat pedagang maupun pembeli supaya nyaman saat belanja. Jadi geliat ekonomi bisa meningkat,” tandasnya.

Baca :  Festival SenengMinton 2024: Pengkab PBSI Cari Juara Badminton dari Kudus

Lebih lanjut, Agus membeberkan bahwa untuk tahun 2026, Dinas Perdagangan hanya akan menganggarkan proyek revitalisasi untuk Pasar Kliwon. Khususnya perbaikan atap di Lantai 2 Blok C, dengan nilai anggaran sekitar Rp 170 juta.

Sementara untuk pasar tradisional lainnya yang memiliki kondisi kurang baik, akan dilakukan perbaikan ringan menggunakan anggaran perawatan rutin. Adapun anggaran yang disiapkan sekitar Rp 500 juta untuk 25 pasar.

“Karena memang ada keterbatasan anggaran, jadi ada skala prioritas. Tahun depan hanya Pasar Kliwon, yang lain nanti pakai anggaran perawatan rutin,” tukasnya. ***