Menurutnya, PAD 2024 belum bisa maksimal ada beberapa momentum beberapa tempat wisata khususnya yang dikelola Pemkab Kudus, sepi pengunjung. Seperti ada momen Pilkada itu yang membuat tempat wisata mengalami penurunan jumlah pengunjung.
“Ya salah satunya wisata religi di kawasan Colo dan sekitarnya. Kemudian, desa-desa wisata juga biasanya menggelar event, pada saat bulan-bulan mendekati Pilkada (Pemilihan Kepala daerah) juga tidak ada event,” ungkapnya.
Tika menjelaskan, sebenarnya, capaian PAD pada tahun 2024 itu lebih tinggi dibanding tahun 2023 yang realisasinya Rp 3,6 miliar. Hanya saja target 2023 hanya Rp 3,4 miliar sehingga capaiannya bisa 100 persen.
“Karena sektor wisata ini multiplayer effect, tidak hanya wisata yang dikelola Pemkab saja yang dikunjungi, tapi swasta juga. Jadi seperti hotel, wisata yang dikelola swasta itu kan PAD-nya tidak masuk di Disbudpar,” tuturnya.
Disbudpar akan terus melakukan peningkatan terhadap fasilitas atau sarana dan prasarana (sarpras) di sektor wisata agar dapat menarik lebih banyak pengunjung lagi di tahun 2025. Di samping itu, juga akan menggelar event-event berskala nasional. ***
