Dorong Gaya Hidup Sehat, Beat Diabetes 2026 Hadir di 35 Kota dan Ajak Masyarakat Kendalikan Gula Darah

Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap diabetes. (Foto: Istimewa)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia, Tropicana Slim kembali menggelar kampanye tahunan Beat Diabetes untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap diabetes, sekaligus memahami peluang remisi diabetes melalui perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan konsisten.

Program Beat Diabetes 2026 dilaksanakan secara serentak di 35 kota di Indonesia, sebagai bentuk komitmen Tropicana Slim yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun oleh dokter, ahli gizi, dan masyarakat dalam membantu mengelola asupan gula, garam, dan lemak.

Rangkaian kegiatan Road to Beat Diabetes 2026 telah berlangsung sejak awal tahun melalui edukasi kesehatan di berbagai komunitas. Puncak kegiatan Beat Diabetes 2026 melibatkan masyarakat dan komunitas kesehatan melalui berbagai aktivitas yang mendorong gaya hidup sehat.

Bacaan Lainnya

Mulai dari cek gula darah gratis, olahraga bersama, sesi edukasi kesehatan bersama dokter, hingga peluncuran produk Tropicana Slim Diabtx Milk, susu dengan formula Diabet-X (baca: Diabet-eks) formula yang mengandung habbattusauda (jintan hitam), kromium, biotin, dan tinggi serat pangan larut yang bantu menurunkan kadar gula darah setelah makan dengan didampingi pola hidup sehat.

Mengusung tema “Beat Diabetes, Kejar Remisi”, kampanye tahun ini menekankan pesan bahwa diabetes bukanlah akhir dari segalanya.

Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengatakan Kampanye Beat Diabetes 2026 merupakan bagian dari komitmen Tropicana Slim untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengelolaan diabetes perlu menitikberatkan perubahan gaya hidup.

“Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, diabetes, khususnya tipe 2, dapat mencapai kondisi remisi, yaitu saat kadar gula kembali ke batas normal dan dapat dipertahankan selama minimal 3 bulan tanpa mengonsumsi obat, selama pola hidup sehat dijaga secara konsisten,” ujar Noviana.

Keberhasilan program remisi diabetes dapat diprediksi dari sejumlah faktor, seperti usia, penurunan berat badan, lama diagnosis, perubahan pola makan, serta tingkat aktivitas fisik.

dr. Rudy Kurniawan, Founder Komunitas Sobat Diabet, juga menekankan pentingnya pendekatan nutrisi yang menyeluruh bagi diabetesi. Pola makan seimbang dengan porsi terkontrol sangat penting.

Asupan serat membantu menurunkan lonjakan gula darah, sementara bahan alami seperti Habbatussauda terbukti membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c pada penderita diabetes tipe 2.