DKK Per Mei 2025: Kecamatan Undaan Satu-satunya Daerah Bebas Kasus HIV di Kudus

Ilustrasi. Skrining HIV/AIDS di Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

“Kita sudah kerjasama dengan Satpol PP untuk razia ke tempat-tempat hiburan, yang ternyata ada pula ditemukan kasus terpapar (HIV/AIDS). Ke kelompok khusus seperti LSL, yang mana ini menjadi skrining awal,” kata Nuryanto, Rabu, 2 Juli 2025.

DKK Kudus juga intens melakukan koordinasi dengan Komisi Penganggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD), dalam rangka upaya pendampingan, pengobatan, hingga pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi virus dalam tubuh.

“Kita juga aktif melakukan komunikasi dengan tim penjangkau (HIV/AIDS) untuk mengawal untuk yang kondisi virus dalam tubuh,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

DKK Kudus juga menyiagakan 19 puskesmas dan empat rumah sakit umum, untuk menjadi layanan perawatan, dukungan dan pengobatan kepada pasien HIV/AIDS. Empat rumah sakit itu yakni RSUD Kudus, RSI Sunan Kudus, RS Mardi Rahayu dan RS Aisyiyah.

“Karena penyakit HIV/AIDS ini kan harus minum obat seumur hidup agar gejalanya tidak semakin parah, oleh karena itu kta tidak bisa menangani sendiri dan butuh dukungan dari berbagai pihak,” tandasnya.

Kegiatan sosialisasi sebagai upaya preventif juga masif dilakukan, dengan menyasar kelompok anak sekolah, pondok pesantren, kelompok organisasi masyarakat, dan masyarakat umum. DKK juga agresif melakukan sosialisasi di media sosial. ***