KUDUS, ZONANEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) terus melakukan pengawasan terhadap jajanan anak sekolah. Sebagai upaya preventif untuk menekan kasus diabetes.
Kepala DKK Kudus, dr. Andini Aridewi membeberkan bahwa kasus diabetes melitus (DM) masih menjadi sorotan serius di Kota Kretek. Mengingat, saat ini banyak makanan dan minuman manis dengan kadar gula tinggi yang dikonsumsi masyarakat.
Oleh karena itu, pengawasan makanan dan minuman, terkhusus jajanan anak sekolah, terus dilakukan. Di samping, melakukan edukasi terhadap bahaya mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi.
“Karena memang pola hidup perilaku sangat memengaruhi, kalau kita lihat, anak-anak dan remaja ada kecenderungan untuk kasus obesitas yang semakin meningkat,” kata dr. Andini, baru baru ini.
Pihaknya menyebut bahwa upaya preventif dalam pengawasan jajanan anak sekolah telah dikuatkan melalui puskesmas. DKK Kudus memfasilitasi seluruh puskesmas terkait sanitarian kit untuk memeriksa jajanan anak sekolah.
DKK Kudus bersama jejaringnya juga rutin melalukan edukasi terkait dengan makanan sehat dan pola hidup sehat. Edukasi ini bahkan tak luput menyasar anak-anak sekolah, agar tumbuh kembangnya bisa terpantau dengan baik.
“Ini memang masih menjadi PR kita, termasuk upaya preventif kita dari DKK beserta jejaring, melakukan edukasi rutin. Bagaimana bahayanya mengonsumsi makanan yang berkadar gula tinggi dan tidak didukung dengan aktivitas fisik yang seimbang” paparnya.
Tak hanya jajanan di sekolah, lanjut dr. Andini, DKK Kudus juga rutin melakukan pengawasan terhadap jajanan pedagang kaki lima (PKL) di linkungan sekolah. Ini ditujukan agar produk yang dijual sesuai dengan standar higenis.
Harapannya, dengan berbagai upaya preventif yang dilakukan dapat menyumbang penurunan angka kesakitan di Kabupaten Kudus, termasuk angka kasus diabetes di kalangan anak. Sehingga, derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat. ***
