Akibatnya, lanjut Harys, rencana pembangunan kios baru yang seharusnya sudah berjalan September ini, mesti tersendat.
“Ya harusnya sudah mulai. Tetapi karena ada kendala itu, jadi mesti ditunda,” imbuhnya.
Menurutnya, penolakan terhadap penambahan kios baru tersebut, diakibatkan kekhawatiran para pedagang yang takut pasar sepi dan dagangan mereka tidak laku.
Sementara itu, saat disinggung mengenai kelanjutan agenda revitalisasi penambahan kios baru, pihaknya belum dapat memastikan kapan bisa segera menemui titik terang.
“Kita masih menunggu kajian. Jadi, belum tahu kapan agenda ini akan dapat dilangsungkan,” pungkasnya.***
