Disorot Publik, Revitalisasi Toilet Sekolah di SDN 1 Margorejo Kudus Telan Anggaran Rp 119 Juta

Proses revitalisasi toilet sekolah di SDN 1 Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Proyek revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) di SDN 1 Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mulai disorot publik usai besaran anggaran yang digunakan untuk pembangunan toilet sekolah dinilai fantastis.

SDN 1 Margorejo merupakan salah satu sekolah di Kudus yang mendapatkan bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia (RI) dengan total anggaran sebesar Rp 691.630.000.

Anggaran tersebut digunakan untuk perbaikan sejumlah sarpras pendidikan di SDN 1 Margorejo, meliputi toilet, ruang perpustakaan, dua ruang kelas, ruang laboratorium dan ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS).

Bacaan Lainnya

Khusus untuk perbaikan toilet sekolah sendiri menelan anggaran sebesar Rp 119 juta. Toilet yang semula sudah berdiri dibangun ulang agar lebih representatif dengan total enam bilik untuk kamar mandi dan dua bilik untuk tempat wudhu.

Plt Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Agus Subandi, menjelaskan besarnya anggaran pembangunan toilet berkaitan dengan tingkat kerusakan bangunan serta standar harga yang ditetapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, tingkat kerusakan bangunan sebelumnya dilaporkan mencapai 95 persen, namun setelah dilakukan efisiensi menjadi sekitar 65 persen.

“Pembangunan rehab toilet khususnya di SDN 1 Margorejo itu memang anggarannya besar. Jadi memang kita mengacu sebetulnya untuk item pekerjaan berdasarkan tingkat kerusakan,” ujar Agus.

Agus menyebut standar harga yang digunakan dalam perencanaan berasal dari kementerian. Pihak sekolah, panitia, maupun perencana kemudian memasukkan data tingkat kerusakan dan volume pekerjaan sesuai kondisi bangunan di lapangan.

“Indeknya dari kementerian seperti itu,” katanya.

Ia menambahkan, perbedaan standar harga tersebut turut memengaruhi besaran anggaran. Menurut Agus, biaya pembangunan yang dalam perhitungan daerah umumnya berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per meter.