Hadirnya tim ini pun dikatakan Yusi mampu mendeteksi dari mana saja peretas hadir. Untuk ratusan ribu percobaan peretasan di tahun 2023 misalnya, tim CSIRT mengetahui lokasi para peretas.
“Salah satunya yang terlihat di aplikasi SiHadir, banyak orang yang ingin masuk ke aplikasi tersebut. Ada yang dari luar negeri, dalam negeri. Dengan antisipasi itu (CSIRT) bisa memperkecil serangan siber,” jelas Yusi.
Di samping itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti mengingatkan agar Diskominfo Kudus terus aktif dalam tranformasi teknologi informasi. Termasuk mengintegrasikan banyaknya aplikasi yang dimiliki setiap organisasi perangkat daerah di Kudus.
Bekerjasama dengan BSSN, hadirnya CSIRT diharapkan mampu mengamankan semua data di sistem informasi milik Pemkab Kudus.
“Ketika nanti sudah diintegrasikan di Kominfo tapi ternyata sisi pengamanan kita belum siap, berbahaya. Misal BPKSDM sempat diretas dan data pegawai hilang, untuk ada backup jadi tidak masalah, tapi misalnya data itu diambil dan disalahgunakan, itu membahayakan,” terangnya. ***
