Selama proses penyusunan, Tim Capaian Pembelajaran melakukan telaah terhadap kompetensi yang akan dicapai peserta didik. Sementara Tim Silabus menyusun tujuan pembelajaran, strategi bermain, alur pembelajaran, hingga sistem asesmen perkembangan anak.
Di sisi lain, Tim Buku Teks menyiapkan materi ajar dan sumber belajar yang mengangkat budaya lokal serta potensi daerah.
Melalui pembahasan bersama, tim berhasil menyusun rancangan Silabus Muatan Lokal PAUD Tahun 2026 yang memuat tujuan pembelajaran, materi, media, sumber belajar, kegiatan pembelajaran, dan asesmen secara terpadu.
Dokumen tersebut selanjutnya akan disempurnakan sebelum diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.
Arief menegaskan penyusunan silabus tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan administrasi kurikulum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kudus.
“Kami berharap silabus muatan lokal yang disusun bersama ini mampu menjadi pedoman bagi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan kontekstual. Dengan demikian, anak-anak dapat belajar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mengenal budaya daerahnya, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkarakter sejak dini,” pungkasnya. ***
