Mengaca dari Kabupaten Jepara yang sudah memiliki mulok ukir, Anggun berharap Kabupaten Kudus juga bisa menerapkan ‘Gusjigang’ sebagai kurikulum mulok untuk menambah bahasa jawa yang sudah ada. Pembahasan pun akan terus dikencangkan.
“Sampai saat ini masih pembahasan, terkait nanti ada guru khusus atau bagaimana juga masih dibahasa,” tambahnya.
Untuk diketahui, Gusjigang sendiri memiliki makna yang mendalam bagi warga Kudus. Bagus merupakan cerminan akhlak mulia yang harus dimiliki masyarakat dalam kaitan hubungan horisontal antara sesama manusia dan vertikal kepada Tuhan.
Lalu, Ngaji, tidak hanya dimaknai secara sempit sebagai kegiatan membaca Al Quran tetapi dimaknai secara luas untuk terus mengkaji berbagai dinamika kehidupan dalam berbagai perspektif keilmuan.
Sedangkan, Dagang dimaknai sebagai jiwa wirausaha yang harus dimiliki setiap warga Kudus agar secara kreatif dan inovatif mampu mencari celah sumber penghidupan secara materiil. ***
