Lebih lanjut dirinya menjelaskan pembinaan PKL ini ditekankan khususnya yang berjualan di area sekolahan. Mereka yang datang dianggap sebagai kader maupun relawan mengenai jualan makanan sehat.
“Kami contohkan bahwasannya anak-anak sebagai buah hati mereka sendiri, menjual makanan yang layak seperti memberi makan anaknya,” jelasnya
Dirinya menyebut pembinaan ini sebagai upaya agar diikuti dan disebarluaskan kepada rekan-rekannya sesama penjual jajanan anak untuk saling menjaga. Adapun yang hadir dalam sosialisasi kali ini ada sekitar 40 PKL.
“Kalau total di Kudus sendiri sekitar 1500-an pedagang, sementara yang terdata di dinas perdagangan kurang lebih 1000-an,” ucapnya.
Dirinya berharap inti dari sosialisasi yang dilakukan agar membuat PKL dapat menyajikan makanan yang lebih sehat. Sehingga, para pembeli, khsususnya anak-anak sekolah bisa terhindar dari ancaman kemungkinan buruk terjadi keracunan makanan. ***
