“Kalau ada lagi, selalu siap. Ini dalam memberikan keterangan di dalam penyelidikan untuk memperlancar proses hukum yang berjalan,” ujarnya.
Di samping sebagai Bupati Kudus, Hartopo juga dimintai keterangan terkait dirinya sebagai ketua Pengkab Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kabupaten Kudus.
Menurutnya, pada 2020-2022 Pengkab PBFI tidak mendapat anggaran sama sekali. Namun di tahun 2023, PBFI mendapat anggaran senilai Rp 100 juta.
“Tapi semuanya telah saya mendapatkan kepada pelaksana harian, baik itu pengelolaan keuangan hingga lainnya, semua di pelaksana haria,” tegasnya.
Di samping itu, Kasubsi Penyidikan Pidsus pada Kejari Kudus, Haris Ibawi menjelaskan bahwa selama penyelidikan, Hartopo koorperatif dalam menjawab setiap pertanyaan dari tim penyidik.
“Semuanya kooperatif. Ada lebih dari 20 pertanyaan. Kita (mengajukan pertanyaan) dengan berdasarkan dokumen, beliau (Hartopo) menjawab sambil mengingat,” ungkapnya.
Haris mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini masih perlu melakukan pemeriksaan tambahan. Untuk pemanggilan Hartopo selanjutnya, pihaknya belum tahu pasti kapan waktunya.
“Pemanggilan lagi, menyesuaikan jadwal semua pihak,” katanya.
Untuk itu, terkait kemungkinan bertambahnya tersangka lainnya selain IT atas kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kudus, Kejari Kudus perlu melihat perkembangan hasil penyelidikan.***
