Dinas PMD Kudus Targetkan Seluruh Desa Terapkan Program Desa Cerdas di 2025

Ilustrasi. Kegiatan bimtek Desa Cerdas di Kabupaten Kudus. (Foto: Siti Islamiyah/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus terus mendorong 123 desa untuk menerapkan program Desa Cerdas yang telah dicanangkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

Kepala Dinas PMD Kudus, Famni Dwi Arfana melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Lilik Ngesti Widiasuryani menyampaikan bahwa 45 desa yang telah menerapkan program Desa Cerdas telah mendapat apresiasi dari Kemendesa PDTT.

Apresiasi diberikan atas perkembangan yang signifikan dari penerapan program Desa Cerdas. Dibuktikan dari usulan rencana program pembangunan desa yang mencapai 70 persen dan surat keputusan (SK) kader digital 100 persen.

Bacaan Lainnya

“Harapan kami, seluruh desa bisa menjadi cerdas, karena untuk saat ini elektronik, internet dan aplikasi kan sudah menkadi kebutuhan,” kata Lilik saat ditemui pada Rabu, 9 Oktober 2024.

Lilik melanjutkan, Indikator desa cerdas setidaknya ada enam pilar, mulai dari warga cerdas, mobilitas cerdas, ekonomi cerdas, pemerintahan cerdas, pola hidup cerdas, dan lingkungan cerdas. Enam pilar ini diterapkan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

“Untuk SDM (sumber daya manusia) memang belum semua mumpuni, tapi kami terus memberikan pembinaan untuk pemenuhan program desa cerdas tersebut. Tentunya, juga harus ada kolaborasi apik dari masyarakat juga,” tambahnya.

Selain desa cerdas, Dinas PMD Kudus juga mendorong agar setiap desa bisa menerapkan program desa digital yang dicanangkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Provinsi Jawa Tengah.

“Kalau desa digital, di sini ada sekitar dua desa, salah satunya itu Desa Kramat,” ungkapnya.

Menurutnya, desa yang telah menerapkan desa digital sudah pasti masuk dalam desa cerdas. Sehingga, untuk mengawali penerapan program desa cerdas, setiap desa diharapkan bisa menerapkan program desa digital.

“Program ini (desa cerdas) adalah program 2024, setelah akhir tahun nanti akan ada evaluasi, setelah itu bisa menentukan langkah selanjutnya. Harapan kami selain 45 desa cerdas yang telah berjalan, desa lain juga menerapkan,” terangnya. ***