Dinas Kesehatan Ungkap Kendala Pelaksanaan Imunisasi Sejumlah Faskes di Kudus

Ilustrasi. Imunisasi yang digelar di Puskemas Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus pada Agustus 2022. (ELANG)

“Kalau misalkan dijadwal (imunisasi) hari kamis ya, iya kalau orangtuanya bisa datang hari itu semua tapi kalau tidak, kan susahnya disitu. Eman-eman kalau tidak terpakai maksimal,” terangnya.

Sehingga, pihaknya pun sampai mengusulkan ke dinas terkait di Provinsi Jawa Tengah, agar vaksin untuk anak tersebut bisa diadakan dalam bentuk single dose. Artinya, satu fial hanya untuk satu suntikan kepada bayi.

“Jadi ngga ada yang namanya IP (indeks pemakaian) vaksin indeks itu menurun, artinya kalau single dose itu tidak langsung dibuang, kan eman-eman,” katanya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Aniq menyampaikan bahwa untuk capaian imunisasi dasar lengkap (IDL) di Kudus hingga Juni 2023 mencapai 49 persen. Atau, ada sekitar 6 ribu bayi yang sudah tervaksin dari jumlah sasaran sekira 12.300 bayi di Kudus.

“Tapi yang bayi-bayi yang belum lahir kan masih banyak, perkiraan kita yang lahir di 2023 itu sekitar 12.300 dari Januari sampai Juni 2023. Capaian IDL secara manual itu kita baru 49 persen,” pungkasnya. ***