“Sejauh ini tidak ada yang menolak menerima PID, SD dan SMP mau menerima semua,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada tahun 2025, total sebanyak 423 unit IFP telah disalurkan ke SD dan 54 unit diberikan kepada SMP. Saat ini, perangkat tersebut telah digunakan secara aktif dan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran.
Guru-guru telah mampu memanfaatkan IFP secara optimal karena sebelumnya sudah mendapatkan pelatihan. Dengan adanya fitur seperti kuis, video, dan permainan edukatif, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
Terkait dengan penggunaan PID, pihak sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur jadwal penggunaan PID secara mandiri. Hal ini dilakukan agar seluruh siswa di setiap kelas dapat merasakan manfaat perangkat tersebut secara merata.
Sejumlah sekolah juga sempat dilaporkan mengalami kendala jaringan, terutama di wilayah dengan koneksi internet terbatas. Namun, permasalahan tersebut kini telah diatasi dan penggunaan PID dapat berjalan lebih lancar.
