Tidak lama usai makan makanan tersebut, Subakdi dan dua anaknya merasa mual, muntah, dan diare.
Saat dibawa ke Puskesmas, dirinya mengatakan belum ada yang merasakan keluhan yang sama dengannya.
Namun lama-kelamaan, sejumlah tetangganya juga dilarikan ke Puskesmas Jekulo karena merasakan hal yang sama dengannya.
“Saya yang pertama ke puskesmas ini, terus saya lihat tetangga saya kok ya pada datang ke sini. Keluhannya juga sama,” ujarnya.
Sementara itu, Perawat Jaga UGD Puskesmas Jekulo, Handa mengatakan bahwa saat ini sudah ada 16 orang dalam perawatan dengan keluhan yang sama.
Dia menambahkan bahwa warga yang mengeluhkan hal yang sama masih berdatangan ke puskesmas. Namun pihaknya menyarankan untuk dibawa ke Rumah Sakit Nurussyifa di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo dan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.
“Kami menyarankan untuk ke sana karena di sini sudah penuh. Kami masih melakukan pengecekan dan pengambilan sampel terkait dugaan keracunan massal,” ungkap Handa.***
