KENDAL, ZONANEWS.ID — Jumlah sampah plastik menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023 hasil dari penginputan data 123 kabupaten/kota se-Indonesia menyebutkan jumlah timbunan sampah nasional mencapai 17,7 juta ton/tahun.
Dari total produksi sampah tersebut 66,81% (11,8 juta) ton/tahun sampah terkelola, sedangkan sisanya 33,19% (5,8 juta) ton/tahun sampah tidak terkelola. Sampah yang tidak terkelola dengan baik contohnya adalah sampah plastik.
Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang memberikan ancaman yang serius terhadap lingkungan karena jumlahnya yang cenderung semakin besar, kantong plasik juga merupakan sampah yang sulit terurai oleh proses alam (non biodergradable).
Sehingga. dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik antara lain dapat menyebabkan polusi udara yang dapat menimbulkan kanker jika sampah plastik dibakar. Sampah plastik juga dapat mencemari saluran air, irigasi, sungai, pantai, dan tanah.
Sampah plastik sendiri masih sering diabaikan dalam pengolahannya oleh sebagian besar masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang hanya membuang sampah plastik tanpa mengolahnya. Padahal sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai. Hal ini dikarenakan, masih banyak yang belum paham bagaimana cara mengolah sampah plastik, agar memiliki nilai jual.
Hal tersebut ditemukan di Desa Tambahsari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Tidak sedikit masyarakat di Desa Tambahsari yang menyepelekan pengolahan sampah plastik agar memiliki nilai jual. Padahal, penimbunan sampah plastik berdampak besar bagi lingkungan.
Dari fenomena tersebut, Kelompok 114 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan workshop pemanfaatan limbah plastik menjadi ecobrick. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah nonbiological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di PKD (Poliklinik Kesehatan Desa) Tambahsari yang dihadiri oleh remaja-remaja setempat pada. Dalam kegiatan ini, Kelompok 114 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berkolaborasi dengan kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Minggu (25/02/2024).
