Dirinya pun mengungkapkan, jumlah perusahaan rokok di Kudus sekarang semakain bertambah banyak. Data terakhir pada tahun 2024, ada lebih dari 100 perusahaan rokok yang berdiri di wilayah Kabupaten Kudus.
Seratusan perusahaan rokok itu ada yang berskala besar, menengah, dan kecil. Bertambahnya perusahaan rokok juga diikuti dengan bertambahnya tenaga kerja di bidang tersebut.
“Dari yang sebelumnya sekitar 81 ribu orang pekerja, data terakhir sudah ada lebih dari 100 ribu pekerja di bidang rokok yang ada di Kudus,” ungkap Suba’an.
Sebagai informasi, proyek pembangunan SIHT yang merupakan pekerjaan pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus mengalami sejumlah kendala selama tahun 2024.
Mulai dari ditemukannya kasus tindak pidana korupsi dalam pekerjaan tanah uruk, hingga proyek yang harus dihentikan sebelum pekerjaan selesai di akhir tahun 2024.
Meski begitu, proyek SIHT dipastikan tetap akan dilanjutkan pada tahun 2025. Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran pada APBD Kabupaten Kudus tahun anggaran 2025 untuk SIHT.***
