Di samping itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid juga menyerahkan bantuan dari Kemensos senilai Rp189 juta. Bantuan yang diserahkan untuk KSB Mejobo tersebut ditujukan untuk lumbung logistik yang bisa langsung diakses bila terjadi kebencanaan.
Karena menurut Bergas, salah satu fungsi Kemensos adalah berkaitan dengan pengungsian saat bencana terjadi. Karena ada pengungsian, kebutuhan logistik sangat diperlukan.
“Berbagai macam jenis logistik pangan maupun non pangan ada. Jadi apabila ada bencana dan dibutuhkan logistik bisa segera diserahkan,” ungkap Bergas.
Di sisi lain, Bergas juga menghimbau agar wilayah-wilayah yang rawan bencana saat musim penghujan tiba untuk bergegas melakukan antisipasi. Dimulai dengan kegiatan bersih-bersih sungai agar aliran air bisa lancar.
“Di masa transisi ini bisa melakukan bersih-bersih sungai, biar air lancar jalannya. Baik itu kesiapsiagaan pemerintah desa, warga, maupun pemerintah daerah,” jelasnya.
Kemudian, Bergas juga mengingatkan agar setiap pemerintah desa maupun masyarakat di Kudus, terlebih di wilayah yang rawan bencana banjir seperti Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan, Jekulo, hingga Kaliwungu aktif menyisir tanggul-tanggul sungai. Ketika ada tanggul yang mulai retak, segera dilaporkan dan dilakukan penutupan. Sehingga semua pihak terlibat aktif peduli terhadap lingkungannya agar tidak terjadi bencana lagi.**
