Berbeda dengan kebanyakan pemilik kebun yang bergantung pada tengkulak, Sugeng menerapkan pola penjualan langsung kepada konsumen.
Menurutnya, cara tersebut memberi keleluasaan dalam menjaga harga sekaligus kualitas buah yang sampai ke tangan pembeli.
Selama tujuh hari masa panen, penjualan duku tercatat mencapai satu kuintal dengan harga Rp 40 ribu per kilogram.
Ia juga mengungkapkan mampu meraup omzet jutaan rupiah setiap kali panen dan tahun 2025 ini panen terbanyak setelah tahun 2022
Penjualan dilakukan melalui media sosial dengan sistem pesan antar atau Cash On Delivery (COD), menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus. Selain itu, pembeli juga bisa datang langsung ke rumah untuk memastikan kualitas buah.
“Mau beli langsung juga saya persilakan dan pembeli bisa langsung datang kerumah mencicipi sepuasnya” katanya.
Sugeng berharap, Duku Sumber Hadipolo tetap dikenal sebagai buah khas Kudus yang bernilai tinggi.***
