“Kalau kita lihat, wajah bangunan ini seperti bangunan kolonial. Nanti mungkin diberi terakota, sebagai identitas Kudus,” jelasnya.
Untuk mendukung aksesibilitas menuju Museum Patiayam, Pemkab Kudus juga mengalokasikan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 360 juta untuk pengerjaan jalan paving.
Sementara itu, revitalisasi Museum Kretek juga berfokus pada pembaruan tata pamer sesuai arahan kementerian. Penataan tersebut meliputi perubahan alur cerita koleksi atau storyline, serta pengaturan alur kunjungan yang lebih menarik.
Perbaikan jalan masuk menuju Museum Kretek juga direncanakan melalui pengerjaan paving, sebagai bagian dari pembenahan fasilitas di kawasan museum.
“Anggaran untuk paving di Museum Kretek juga sekitar Rp 360 juta, tuturnya.
Dengan penataan ulang ini, kedua museum diharapkan memiliki penyajian koleksi dan alur kunjungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan edukasi serta perkembangan layanan museum.
Rencananya, pekerjaan revitalisasi tersebut akan berlangsung hingga 25 Desember 2026. Selama proses pengerjaan, koleksi museum perlu diamankan terlebih dahulu agar tidak terdampak aktivitas konstruksi.
Setelah pekerjaan selesai, kedua museum diharapkan dapat kembali menerima pengunjung dengan fasilitas yang lebih baik, tata pamer yang diperbarui, serta alur kunjungan yang lebih informatif dan nyaman. ***
