“Terus masnya bilang ‘ya udah mbak ini yang hilang tapi diem-diem ya jangan bilang-bilang’, ini saya tambahin (Rp 100 ribu) pokoknya mbaknya jangan bilang-bilang diem aja’,” imbuhnya.
Lantaran ia tidak mau menerima uang dari pelaku, Dwi yang hendak keluar dari dalam kamar tersebut dilarang oleh pelaku hingga akhirnya dibekap.
“Saya menjawab, ‘saya gak mau nerima (uang yang diberikan pelaku). Saya yang mau keluar buat nyari orang terus saya di jorokin sambil dibekap mulut saya dari depan. Dan saya langsung tendang orangnya,” ujarnya.
Meski ketakutan, Dwi yang dibekap mulutnya itu berusaha melawan dengan cara menendang bagian perut pelaku hingga akhirnya terpental. Setelah bisa lepas dari bekapan, Dwi akhirnya berteriak.
Mendengar suara teriakan dari dalam rumah, sontak seluruh keluarga yang ada berkumpul dan akhirnya pelaku berhasil diamankan.
M Abdul Rochim (48) Kaka sepupu pengantin perempuan warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae ikut mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Bae.
“Saya mendengar terikan langsung ikut lari. Pelaku sudah dibawa sama pak Bhabin ke Polsek. Dan saya mengantar korban untuk memberikan keterangan ke pada pak polisi,” ujarnya.***
