KUDUS, ZONANEWS.ID – Ketekunan dalam menggeluti hobi hingga menjadi sebuah bisnis nyata dirasakan oleh salah satu remaja 17 tahun di Kabupaten Kudus.
Statusnya yang masih seorang pelajar tidak menyurutkan niat untuk menghasilkan cuan sembari mengisi waktu luang setelah belajar di sekolah.
Remaja tersebut bernama Hervansha Cholis, pelajar SMAN 1 Gebog sekaligus warga Besito, Kecamatan Gebog, Kudus. Dia kini terbilang sukses menggeluti budidaya ikan hias koi karena berhasil mengumpulkan omzet hingga puluhan juta.
Vansha, sapaan akrabnya, mengisahkan awal mula bisnis koinya yang berangkat dari sekadar hobi. Menurut Vansha, bisnis tersebut dinilai cukup menggiurkan bila ditekuni. Pasalnya perawatan ikan koi dinilai cukup mudah.
“Yakni pertama membuat lahan, membersihkan lahan, kemudian menyortir ikan yang berkualitas,” katanya.
Vansha mulai menyukai koi sejak duduk di bangku kelas VII SMP. Awalnya ia mengaku hanya sekedar gemar dan hobi merawat koi. Kemudian ia mulai membeli ikan koi dari harga Rp 20 ribu sampai Rp 500 ribu.
Dari harga tersebut Vansha berhasil mengembangkan potensinya dalam berbisnis koi. Bahkan pada tahun 2017 ia mengikuti kontes koi di Banjarnegara dan mendapatkan juara 3 dan trophy serta sertifikat.
“Pertama kali juara waktu SMP kelas 3, kontes di Solo, dapat Adult Champions dan Mini Champions, dengan hadiah Rp 1,5 – Rp 3 juta ,” tandasnya.
Setelah itu, Vansha mulai menekuni dengan serius hobinya itu menjadi lahan bisnis, dengan membeli calon kualitas koi yang berpotensi juara.
“Waktu itu modalnya yang dikeluarkan yakni Rp 80 juta,” imbuh Vansha.
Setelah itu, ikan koi budidayanya di Lombok Koi Show 2020 mendapatkan predikat Melati mini Champions dengan hadiah Rp 2,5 juta beserta trophy.
“Serta sebelum itu, tahun 2018 kontes Bengawan Solo koi show meraih adult Champions dengan membeli ikan seharga Rp 8 juta, lalu dijualnya dengan harga Rp 45 juta,” kata Vansha.
Vansha juga mengaku sempat tertimpa musibah dalam berbisnis ikan koi ini, tepatnya pada tahun 2019 silam dia mengalami kerugian besar karena banyak ikan yang mati.
