KUDUS, ZONANEWS.ID — Menjelang bulan ramadan, tradisi Dandangan dari Kabupaten Kudus kembali dilangsungkan. Sebagai penanda dimulainya tradisi yang turun-temurun dilakukan sejak ratusan tahun lalu itu, di tahun 2024 ini, Pemkab Kudus mendatangkan penceramah terkenal yang aktif memberikan tausiah kepada anak muda Indonesia, Habib Husein Ja’far Al Hadar pada Jumat, 1 Maret 2024.
Dalam acara bertema ‘Recharge’, Habib Ja’far menjelaskan makna toleransi serta tradisi yang perlu dilestarikan kaum muda, khususnya di wilayah Kabupaten Kudus. Ratusan anak muda yang memenuhi Pendapa Kabupaten Kudus sore ini pun mendengarkan dengan seksama setiap kalimat yang disampaikan Habib Ja’far dari pukul 16.00 WIB hingga 17.45 WIB.
Dalam sesi wawancara dengan awak media, Habib Ja’far bercerita bahwa ini merupakan pertama kalinya dia datang ke Kabupaten Kudus. Kesan pertama yang dirasakan Habib Ja’far selama bertemu dengan ratusan anak muda yang memenuhi Pendopo Kudus sore ini adalah toleransi.
“Ini pertama kalinya saya ke Kudus, kesannya itu toleransi terasa sekali, kehangatannya terasa sekali. Orang-orangnya penuh dengan kehangatan, keramahan,” terang Habib Ja’far.
Habib Ja’far pun bercerita perjalanan pertamanya saat sampai di Kudus. Datang dari Surabaya sekitar subuh tadi, Habib Ja’far langsung datang ke Pendopo Kudus.
Sebab belum sempat istirahat selama perjalanan dari Surabaya ke Kudus, ia pun beristirahat hingga siang. Tiba waktunya untuk salat Jumat, Habib Ja’far ditemani Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhammad Hasan Chabibie, menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Al-Aqsa Menara Kudus.
“Setalah salat, ikut mengaji dengan Gus Baha’ di Menara, terus ngobrol lama sampai pukul setengah empat dan langsung ke sini (Pendopo Kudus). Semoga nanti malam setelah Dandangan bisa kulineran,” cerita Habib Ja’far.

Sebagai penceramah yang aktif di media sosial maupun platform digital lainnya, Habib Ja’far menjelaskan bahwa tantangan anak muda saat ini adalah bonus demografi.
Dikatakannya, 60 persen populasi di Indonesia merupakan anak muda. Untuk itu, anak muda dikatakan Habib Ja’far memiliki tantangan besar dan mentransfer tradisi melalui pengetahuan dan perilaku yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
