“Di sini tidak yang ‘Kita loloskan tapi diganti ini itu ya’, tidak. Di sini tidak ada warning seperti itu. Kalau tidak lolos ya lolos, kalau tidak ya tidak,” ucapnya.
Kendati demikian, Hartopo meminta ada satu hal yang perlu diperbaharui oleh Dishub Kudus. Hal tersebut terkait dengan sistem pengecekan yang belum terintegrasi dalam satu server. Server tersebut mampu mendeteksi secara langsung mana saja komponen kendaraan yang perlu diperbaiki dan dikatakan lulus uji KIR.
“Di sini belum ada alat yang terintegrasi terkait software-nya. Ke depan bisa beli. Jadi saat sudah masuk sistemnya, sudah bisa ketahuan semua mana yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Di samping itu, Hartopo berharap alat-alat yang digunakan untuk uji KIR di Dishub Kudus bisa dirawat dengan baik. Sehingga, tidak ada yang eror selama melakukan pengujian. Pihaknya juga meminta agar Dishub rutin melakukan kalibrasi setiap tahunnya seperti yang telah dilakukan sebelum-sebelumnya.***
