“Karena anak-anak tahunya kalau bensinnya masih ada berarti masih bisa jalan, tidak diganti rem, oli dan lainnya. Padahal kalau rem blong pasti efeknya terjadi kecelakaan di jalan,” tuturnya.
Pihaknya berharap, ketika kondisi kendaraannya sudah ready atau sehat, maka etika dalam berkendara akan menjadi iringannya. Terkhusus, anak-anak perempuan yang mungkin dalam berkendara butuh edukasi yang mendalam.
Salah satu siswi SMK Bhakti Kudus, Lenita Salvira yang telah mempraktikkan cara berkendara di medan jalan yang sempit, mengaku sempat grogi dan akhirnya gagal melintas. Setelah diedukasi untuk tenang, Ia pun berhasil melintas.
“Ibaratnya melewati jembatan yang kecil, jadi harus tenang, kakinya tidak boleh terlengang, nanti bisa melewati dengan lancar. Ini tips nya sangat bermanfaat sekali,” kata siswi kelas XI tersebut.
Edukasi keselamatan berkendara dan Motor Aman untuk pelajar memang baru pertama kali diikuti oleh Lenita. Menurutnya, edukasi ini sangat penting karena dapat menghindarkan diri dari potensi kecelakaan saat berkendara di jalan. ***
