Cegah Kasus Kematian Ibu dan Bayi Terulang, DKK Kudus Adakan Audit Maternal Perinatal

Pertemuan tim pengkaji audit maternal perinatal (AMP), Rabu, 24 Juli 2024. (MIA)

Saat ini, kasus kematian bayi atau balita yang terjadi di Kabupaten Kudus sepanjang Januari hingga Juli 2024, tercatat ada 34 kasus kematian bayi. Sedangkan untuk kasus kematian ibu, kata Nuryanto, ada sebanyak 2 kasus.

“Untuk kasus neonatal (kematian bayi yang lahir hidup, tanpa memandang usia kehamilan saat lahir, dalam 28 hari pertama kehidupan) ada 25 kasus kematian,” tambahnya.

Menurutnya, kasus kematian bayi yang terjadi di Kabupaten Kudus, rata-rata disebabkan oleh kelahiran dini atau prematur, berat badan lahir rendah (BBLR). Sedangkan kasus kematian ibu, rata-rata terjadi karena eklamsi dan penyakit bawaan yang tidak terdeteksi sejak dini.

Bacaan Lainnya

“Jadi upaya kami memang menekankan kepada seluruh faskes tingkat pertama untuk sedini mungkin mendeteksi gejala calon ibu maupun bayi. Apabila nanti ditemukan risiko tinggi, langsung dikonsultasikan ke rumah sakit untuk mendapat rujukan dan tindak lanjut dari dokter spesialis,” tukasnya. ***