KUDUS, ZONANEWS.ID – Keberadaan situs-situs judi online kian marak dan mudah diakses masyarakat secara luas. Bersamaan dengan hal tersebut, aktivitas judi online di Indonesia khususnya di Kabupaten Kudus kian merebak di masyarakat.
Salah seorang musisi dari band RebbelionSka bahkan membuat lagu berjudul “Judi” sebagai mengenang salah seorang temannya yang gantung diri akibat kecanduan judi online.
Salah satu anggota band Rebbelionska, Ateng, membenarkan bahwa lagu tersebut memang terinspirasi dari kisah temannya. Yang mana, saat itu sang teman meninggal dunia karena terlilit utang dan memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
“Lagu itu memang terinspirasi dari teman kami, yang meninggal dengan cara gantung diri karena kecanduan main judi sampai terlilit utang di mana-mana,” kata Ateng, saat ditemui baru-baru ini.
Ateng mengisahkan, bahwa temannya yang gantung diri tersebut merupakan orang yang ceria dan suka bersendau gurau saat berkumpul bersama teman.
“Tetapi rupanya, dibalik keceriaannya itu, dia memiliki tekanan yang luar biasa akibat ulahnya sendiri,” imbuhnya.
Ateng juga mengatakan, bahkan baru-baru ini ada salah seorang temannya lagi, yang harus melarikan diri ke luar pulau karena terlilit utang di mana-mana akibat kecanduan judi.
Menurut Ateng, judi itu menawarkan tiga pilihan. Pertama, diciduk pihak berwenang. Kedua, terlilit utang di mana-mana.
“Dan terakhir, murder. Seperti yang sudah terjadi kepada kawan kami,”
Lebih lanjut, Ateng meresahkan maraknya anak muda tak terlepas dari laki-laki dan perempuan, anak-anak atau orangtua yang getol bermain judi online.
“Memang membutuhkan penanganan serius dari pihak-pihak yang berwajib. Karena dampaknya luar biasa mengerikan. Ada yang jual rumah, ada yang diceraikan istrinya, ada yang menelantarkan anaknya, ada yang bunuh diri, ada yang dicium polisi. Yang jelas, semua dampaknya tidak ada yang positif,” tandas Ateng.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Muria Kudus (UMK) Mochamad Widjanarko menyampaikan kepada Zonanews.id, bahwa judi online memang sudah membentuk budaya di masyarakat.
