KUDUS, ZONANEWS.ID — Beralih menjadi tim profesial dengan nama PT Relasi Sport Muria Indonesia, manajemen memperkirakan Persiku Kudus membutuhkan banyak anggaran ketika berlaga di Liga 2 tahun 2024/2025.
Sebab itu, manajemen berencana segera menjual 35 persen sahamnya kepada masyarakat umum untuk memenuhi semua kebutuhan anggaran.
Direktur Operasional PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul Adha memperkirakan, selama Persiku berlaga di Liga 2 2024/2025, tanam saham yang dibutuhkan di antara 8 miliar hingga 15 miliar rupiah.
Anggaran tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar pemain, mendatangkan pemain bintang, dan sebagainya.
“Kemungkinan besar budget kita segitu,” kata Amirul pada Senin, 15 Juli 2024.
Demi mengumpulkan semua anggaran yang dibutuhkan, kredo “Sengkuyung Bareng” yang sering digunakan Persiku Kudus akan terus dijalankan.
“Artinya manajemen mempersilakan masyarakat Kudus, para pecinta bola, serta suporter Macan Muria untuk membeli saham Persiku, di mana perlembarnya seharga 100 ribu rupiah,” ungkap Amirul.
Direktur Keuangan PT Relasi Sport Muria Indonesia, Imam Baiquni mengungkapkan, saat ini 65 persen saham Persiku telah dibeli oleh sejumlah pihak.
